Anak anda masuk bilik ketika Anda tengah asyik berasmara adalah sesuatu yang anda tidak mahu ia terjadi, walau kemungkinannya sangat kecil. Tapi sebagai persediaan, Anda harus tahu bagaimana menjelaskan kepada anak tentang apa yang tengah Anda lakukan suami istri itu.
"Pengalaman seperti ini mungkin boleh terjadi dan inilah mengapa setiap orang tua perlu mengajar dan membiasakan anak-anaknya mengetuk pintu bilik sebelum masuk dan selalu menghargai privasi orang lain," kata pakar seksologi Logan Levkoff.
"Tapi sebelum Anda mengatakan sesuatu pada anak ketika mereka masuk bilik dan melihat Anda tengah berasmara, Anda harus mengetahui apa yang mereka lihat dan dengar atau apakah mereka peduli tentang apa yang sedang terjadi," tambahnya.
"Ramai keluarga yang memilih tidur bersama dengan bayi atau anak mereka. Tak berbahaya jika orangtua melakukan aktiviti seksual sementara bayi tengah tidur atau berada dalam satu bilik dan terjaga. Lagipun bayi tak dapat memahami apa yang orang tua lakukan jadi hal ini takkan memberikan apapun pada mereka," terang psikoterapis Jennifer Naparstek Klein seperti dikeluarkan di CNN.
Menurut konsultan seksualiti GoodInBed, Ian Kerner mengatakan setiap orangtua perlu tahu bahawa penjelasan tentang seks yang akan mereka berikan pada anak juga harus didasarkan pada usia si anak.
-Anak kecil
Biasanya anak kecil tak faham apa itu seks, tapi ada juga yang perlu diberitahu dan diberi penjelasan tentang aktiviti yang dilakukan orangtua.
"Anak-anak biasanya hanya ingin tahu apakah sesuatu yang orangtua lakukan itu adalah kekerasan, sesuatu yang menakutkan atau bukan dan hal itu perlu dijelaskan," kata terapi seks Margie Nichols.
"Ketika anak saya masih kecil, ia mengira ayah tirinya tengah 'menyakiti' saya kerana kami terdengar begitu bising dan di tengah malam anak saya dapat mendengar suara kami," kisahnya.
Setelah itu, jelaskan pada anak bahwa Anda dan pasangan tengah menikmati saat-saat peribadi dan tekankan bahawa Anda tak saling menyakiti satu sama lain. Jika anak tak mempunyai pertanyaan lain, diamkan saja.
- Anak seusia sekolah rendah
Anak usia sekolah rendah telah memiliki rasa yang cukup besar terhadap seks tapi pada waktu yang sama, mereka masih ingin menjauhkan diri dari subjek tersebut.
"Selalu perhatikan reaksi anak ketika membicarakan hal ini. Dari situ Anda tahu sejauh mana topik seks yang dapat ia handle. Jika mereka terlihat terlalu selesa dengan perbincangan berkaitan seks, simpanlah untuk kemudian hari saja," saran Klein.
- Pra-remaja (transisi antara anak ke remaja)
Pada usia ini, ramai anak sudah mengetahui apa yang sedang terjadi dengan orangtuanya dan seringkali memperlihatkan rasa jijik (seperti mengeluarkan suara jijik keras-keras) ketika tanpa sengaja masuk ke bilik orangtuanya dan melihat keduanya tengah berasmara.
"Tapi inilah waktu yang tepat untuk memberi pemahaman kepada anak Anda bahwa seks adalah sesuatu yang bersifat peribadi dan aktiviti menyenangkan yang biasa terjadi pada hubungan orang dewasa," kata Nichols.
- Remaja
"Anak yang seusia ini terkadang merasa geli ketika mengetahui orangtua mereka tengah intim tapi jika mereka terlalu lama melihatnya, hal ini akan menciptakan ketidak selesaan dan kegelisahan," ungkap Klein.
"Setidaknya anak yang telah memasuki usia remaja sudah mampu mengatasi situasi seperti ini dengan lebih baik tapi mereka takkan mau melihatnya. Tanyakan saja pada remaja manapun, saya jamin takkan ada yang mau menyaksikan orangtuanya bersama," tambahnya.
"Rata-rata anak sudah menonton porno sejak berusia 10 tahun terutama zaman sekarang dimana maklumat dihujung jari. Hal ini ada dimana-mana dan terlalu naif ketika Anda mengira anak Anda takkan melihatnya," kata pendidik kesihatan seksual Amy Lang.
"Beritahu mereka apa itu pornografi sebelum mereka melihat atau menemukannya sendiri. Katakan 'terkadang orang-orang menonton gambar-gambar atau video orang yang sedang melakukan seks. Ini disebut dengan pornografi atau porno. Tapi ini bukan untuk anak kecil, lagipula anak-anak belum sedia untuk melihat hal-hal seperti ini. Kamu takkan terkena masalah jika kamu melakukannya tapi saya ingin memastikan kamu baik-baik saja.'" saran Nichols.
Tapi jika Anda mengetahui anak telah melihat pornografi, bicarakan baik-baik dan tanpa emosi. Cubalah tanyakan dari mana si anak mendapatkan kandungan tersebut dan mintalah ia mengajukan pertanyaan-pertanyaan tentang seks yang mungkin selama ini ia pendam, setelah itu barulah beri informasi yang tepat, tambahnya.
Yang penting, lakukan tindakan pencegahan sebelum kejadian anak masuk ke bilik ketika Anda berasmara tak berulang kembali. Diantaranya dengan mengunci pintu bilik, membiasakan anak untuk mengetuk pintu bilik sebelum masuk, memainkan muzik lembut atau TV pelan-pelan sebagai pengalih perhatian dan menjadualkan 'waktu larangan bagi orangtua' agar anak takkan mengganggu Anda berdua.